COOCKING CLASS & KITCHEN STORE – SEMARANG 2013


Penggambaran visualisasi diatas, yang menunjukan solid void antara site dan lahan yang terbangun dengan menampikan kontur baru,garis terluar atap,dll.
Pada dasar konsep ini jika dilihat dari atas maka menunjukan sesuatu yang panjang dan terdapat penyelesaian melengkung ditiap ujungnya bentuk tersebut meniru bentuk peralatan – peralatan dapur seperti pisau & cream spatula, yang berbentuk pipih dan memanjang.Dengan begitu penyelesaian yang bisa diterapkan dengan penggunaan kabel untuk memperoleh bidang tipis, lebar dan melayang (kantilever).

Penggambaran dari tampak/fasad terlihat bahwa bangunan tersebut ada kemiripan dengan kapal mewah dengan posisi lantai atas menjorok kedepan.
Dengan munculnya bentuk seperti itu pemilihan warna aksen bangunan dan pagar menjadi lebih mudah untuk dipilih dengan warna biru dan pagar yang menggelombang seperti ombak.Pada tampak depan juga terlihat sculpture yang tertempel dibangunan yang mirip layar agar semakin terlihat layaknya kapal pesiar.

  • Lokasi, Berada di jalan S. Parman Semarang dengan lahan memanjang kearah barat
  • Aksesbilitas, Dicapai dari jalan utama S. Parman dan jalan Merapi.
  • Topografi, Topografi yang ada di lokasi tapak tidak terjal, lebih berkesan datar, namun ada sedikit perbedaan level tanah yang tidak terlalu besar perbedaannya. Kondisi tapak yang demikian itu dapat memaksimalkan pengolahan ruang luar tanpa harus adanya cut and fill  terhadap tanah yang juga menambah biaya.
  • Utilitas, Utilitas pada kawasan Gajahmungkur sudah memadai, seperti listrik, telepon, saluran air bersih dan saluran drainase kota.
  • Kebisingan, Kebisingan disekitar lokasi tapak bisa dikatakan sedang, dan terkadang bising.
  • Potensi alam, Potensi alam yang ada di lokasi tapak gajahmungkur ini masih adanya vegetasi – vegetasi.Namun saya rasa masih kurang dengan vegetasi yang asli.
  • Faktor non fisik, Faktor non fisik adalah berupa pranata atau regulasi kota. Pada kawasan BWK II memiliki ketentuan KDB 60%, KLB 2.4, GSB : 29 m dan juga ketinggian maksimal bangunan adalah 7 lantai. Ketentuan tersebut digunakan untuk bangunan perdagangan dan jasa (pertokoan).

LUAS TOTAL KESELURUHAN
Luas fasilitas indoor      : 3649 m2
Luas fasilitas outdoor    : 6561 m2
                     TOTAL       : 10.210 m2

KLB : 2.4 – maksimal 7 lantai, KDB : 60%, GSB : 29 meter.

Luas Lantai Dasar :
Luas lantai dasar = KDB x Luas lahan
= 60% x 7044 m2 = 4226 m2 (MAKSIMAL)

Luas Open Space :
Luas Open Space = Luas lahan – Luas Lantai Dasar.
= 7044 m2 – 4226 m2 = 2818 m2 (PALING SEDIKIT)